Kabut Asap Tutup Tiga Bandara di Sumatera

Jarak pandang yang hanya 200-500 meter membuat pesawat tidak berani terbang. Selain itu, kualitas udara di wilayah pesisir timur Sumatra sudah mencapai tahap sangat tidak sehat. Melonjaknya jumlah titik api pembakaran hutan dan lahan di pesisir timur Sumatra, yakni Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau, membuat kabut asap di wilayah itu kian pekat. Akibatnya sempat melumpuhkan operasional bandar udara.

Berdasarkan pantauan satelit Terra, kemarin pukul 10.28 WIB, yang dilansir http://www.weather.gov.sg, terdeteksi sedikitnya 647 titik api. Kondisi itu membuat operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, lumpuh dan mulai beroperasi lagi pada pukul 14.00.
“Sebanyak 10 jadwal keberangkatan dan delapan kedatangan dibatalkan. Tebalnya kabut asap kerap mengganggu penerbangan,“ kata Airport Duty Manager of Sultan Syarif Kasim II International Airport Baikuni, kemarin.

Menurut Baikuni, operasi bandara ditutup karena jarak pandang penerbangan terbatas sekitar 500 meter. Padahal, amannya minimal 1.000 meter. Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Kota Jambi, juga dihentikan. Tutupan kabut asap hingga pukul 12.00 menyebabkan jarak pandang di Kota Jambi cuma sejauh 500 sampai 1.000 meter. “Tidak satu pun pesawat berani mendarat.Hanya satu yang menginap dan terbang pagi,“ ujar Kepala Bandara Sultan Thaha Dorma Manalu.